Posted in Astro Fanfiction Indonesia

[Confession Series] Sanha’s Step

f2a26df90c06e93ab4792be0c22303de

pict from here.

[Confession Series] Sanha’s Step by TOB

Yoon Sanha [ASTRO]

AU, Slice of Life – Drabble – G

“Sanha yakin sekali kedua tangannya sudah diselimuti oleh keringat dingin.”

.

.

.

Sanha yakin sekali kedua tangannya sudah diselimuti oleh keringat dingin. Jantungnya yang berdegup kian kencang pun semakin membuat ia tak bisa mengontrol diri. Demi apapun Sanha ingin keluar dari situasi seperti ini!

Tapi, bukannya saat ini adalah langkah yang harus ia ambil untuk bisa meraih masa depan? Uh, Sanha benar-benar tak boleh lari, semuanya pasti akan berjalan lancar. Lelaki yang saat itu mengenakan kemeja biru laut mengusap dadanya perlahan seraya mengucapkan kalimat-kalimat penenang yang diajarkan oleh Eunwoo.

O ya, kalian belum tahu ya kalau Sanha sedang di mana? Biar kuberitahu, Sanha saat ini sedang duduk di ruang tamu, lengkap dengan pakaian rapinya; kemeja biru laut (Saha menyetrikanya sampai lima kali, lho!), celana hitam, dan rambut yang sudah dirapikan ke tukang cukur sehari sebelumnya.

Lelaki itu pun sebelumnya sempat meminta doa kepada rekan-rekan satu huniannya supaya kegiatan yang akan ia lakukan sekarang akan berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Ini sangat berpengaruh untuk kehidupannya. Biar kutekankan, SANGAT berpengaruh.

“Selamat siang, Nak.” Seorang lelaki paruh baya muncul dari balik pintu. Sanha buru-buru bangkit dari duduknya, membungkuk sebentar sembari membalas salam.

“Se—selamat siang, Pak,” balas Sanha gugup.

Setelah lelaki paruh baya yang baru datang tadi duduk di sofa seberang Sanha, ia pun kembali duduk di tempatnya. Melalui kedua netranya, Sanha bisa melihat seorang gadis ikut duduk di samping lelaki paruh baya tadi. Gadis itu mengenakan kemeja merah muda dengan rok selutut berwarna putih. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan pita berbentuk bunga menghiasi kedua sisi rambutnya. Sama seperti Sanha, keadaan gadis itu pun tak kalah gugup.

Sanha mencuri-curi pandang kepada gadis itu, begitu kedua matanya bersibobok dengannya ia kembali menunduk. Seulas senyuman muncul di wajah keduanya.

“Nah, jadi, ada perlu apa kemari, Nak Sanha?” tanpa menggunakan basa-basi lagi, lelaki paruh baya yang disinyalir sebagai ayah gadis di sampingnya itu bersuara.

Sanha, entah mendapatkan kekuatan darimana mengangkat kepalanya. Degup di jantungnya memang masih bertalu dengan cepatnya, tapi laki-laki itu berusaha mengusir semua kegugupannya dan mulai mengungkapkan masuk kedatangannya.

“Jadi, maksud kedatangan saya kemari adalah,” Sanha memenggal kalimatnya, melirik gadis berkemeja merah muda, mengangguk sebentar, lalu kembali menatap lelaki paruh baya di seberangnya, “hendak meminang Lee Hana.”

FIN.

a/n:

  1. Sorry for a weird story.
  2. i can’t thinking how to make this sweet (lemah di fluff atau apapun itu namanya.)
  3. Sorry, again.
  4. Hope you like it. And, ya udah sih. semoga dengan begini blog ini bisa ramai :”)
Advertisements

Author:

98liner.

One thought on “[Confession Series] Sanha’s Step

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s