Posted in Astro Fanfiction Indonesia, AU, Comedy, Fantasy, Ficlet, Fluff, General, Psychology, Surrealism

[2nd OPREC] The Dust Of Afternoon – Ficlet

[AFFI 2nd OPREC] The Dust Of Afternoon - BaekMinJi93.png

Special dedicate fanficition to Astro Fanfiction Indonesia’s 2nd Open Recruitment

— The Dust Of Afternoon —

©2016, BaekMinJi93

 

Starring with

Astro’s Kim Myung Joon —MJ— and OC’s

slight! Astro’s Moon Bin

 

| AU! – slight! Comedy – Fluff – Fantasy – Psychology – Surrealism | Ficlet | General |

Disclaimer

Nothing is mine, but for OC and storyplot purely mine.

Happy reading…

 

Based on summary :

Mereka biasa menghabiskan waktu luang bersama. Suatu sore, satu di antara mereka berkata, “Bagaimana jika ini adalah musim panas terakhir kita? Apa yang akan kaulakukan?

“Dasar pria empat dimensi!”

  

 

“Kau memang terlahir untuk menjadi tampan, Joonie. Tidak salah jika Zoey selalu memujamu.”

Myung Joon menatap sebagian refleksi wajahnya di depan kaca spion mobil sembari terus melontarkan berbagai kalimat pujian untuk dirinya sendiri. Lengkungan manis masih saja betah bertengger di wajah orientalnya. Dengan wangi parfum sebagai sentuhan terakhir, Myung Joon pun siap bertemu dengan sang pujaan hati di tepi pantai Gwangalli—tempat mereka membuat janji suci satu tahun yang lalu.

Untaian langkah ringan di atas lautan pasir putih itu seolah menggambarkan betapa bersemi indah perasaannya hari ini. Ditambah dengan suara gelombang ombak yang melintas, semuanya terasa sempurna bagi pemuda bermarga Kim tersebut. Tarikan kedua sudut bibirnya semakin melebar kala sang netra menangkap fokus sosok manis di ujung sana.

“Hai, Zoey!”

Merasa terpanggil, sosok bernama Zoey itu pun menoleh. Tak kalah bersinarnya dengan Myung Joon kali ini, Zoey pun turut menarik kedua sudut bibirnya sehingga membentuk senyuman yang indah di mata sang pemuda.

“Hallo, Joon!”

Mendapat respon yang positif, Myung Joon lebih bersemangat merajut langkahnya menghampiri ke arah di mana sang belahan jiwanya terduduk.

“Sudah lama menunggu?”

Sontak Zoey pun memasang raut wajah kesalnya. “Lama sekali, hingga membuatku harus tertidur dan bermimpi indah. Sialnya, kau datang dan merusaknya.”

“Apa ada aku di sana?”

“Huh? Di mana?” tanya Zoey bingung.

Myung Joon mendekatkan wajahnya tepat di depan telinga gadis itu. “Di dalam mimpimu.”

Entah itu karena Zoey sempat bermimpi jika dirinya direbus di dalam panci raksasa—atau bahkan karena faktor hawa menyengat pada musim panas kali ini—yang terpenting gadis itu merasa jika pipinya menghangat dan serasa ada jutaan kupu-kupu terbang di perutnya.

“Berhenti bercanda, Joon. Kau tahu itu sama sekali tidak lucu!”

Berbanding terbalik dengan Zoey yang terus mencoba untuk menyembunyikan semu merah di kedua pipinya, tawa Myung Joon justru membahana dan terkesan merasa puas.

“Pipimu memerah, Zoey.”

Akibat rasa malu yang memuncak, tak pelak pukulan kecil dari Zoey pun terpaksa Myung Joon terima. “Berhenti menggodaku, Joon!”

“Baiklah, aku berhenti.” Myung Joon benar-benar menepati perkataannya dan entah kenapa keadaan seketika menjadi hening.

Sekon waktu terus berjalan. Debur ombak pun kembali mengalun di sepasang rungu kedua insan tersebut. Seraya meletakan kepalanya di bahu sang kekasih, Zoey membuka suaranya kembali.

“Joon-ah!” panggilnya pelan tetapi cukup membuat atensi sang pemuda mengarah padanya. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu.”

Myung Joon mengerutkan keningnya bingung. “Apa?”

Jemari lentik dan berbulu lembut mulai Zoey mainkan. Perasaannya yang begitu labil membuat dunia seolah mengharuskannya untuk segera membuat keputusan yang tepat. Di satu sisi Zoey ingin bersama sang kekasih di momen-momen yang indah seperti sekarang, tetapi di sisi lain Zoey sadar jika itu hanyalah salah satu mimpi yang tidak akan pernah Tuhan kabulkan untuknya.

“Jika ini adalah musim panas terakhir kita,” ucap Zoey menggantung, namun Myung Joon masih setia menunggunya. “Jika ini musim panas yang terakhir kita, apa yang akan kau lakukan padaku?”

Jujur saja, Myung Joon merasa tak kalah serupa dengan orang idiot yang selalu menuntut diberi penjelasan secara rinci akan suatu hal. Masih dengan raut wajah bodohnya, pemuda itu bukannya menjawab melainkan melontarkan satu pertanyaan singkat yang lain. “Maksudmu?”

Menghembuskan napas panjang adalah satu cara andalan Zoey guna menahan tangis dan Myung Joon paham sekali dengan satu tanda berbahaya tersebut.

“Maksudku,” Setetes kristal bening yang begitu berharga terjatuh di pasir dan Myung Joon sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. “Maafkan aku, Joon.”

Akhirnya Zoey tak lagi dapat menahan bendungan sungai di kedua sudut kelopak matanya. Semuanya tercipta begitu saja. Baik dari pihak pemuda maupun pihak sang gadis tidak ada yang menginginkannya datang di sore yang cerah ini.

“Ja-jangan bilang kau akan-…”

Zoey mengangguk lemah. “Ya, hari ini batas akhirku merasakan kehidupan di dunia, Joon. Dan terima kasih telah menjadi teman hidupku sekaligus mengisi ruang kosong di hatiku untuk satu tahun ini. Senang bertemu denganmu, Kim.”

“Tidak. Tidak mungkin,” Myung Joon menggelengkan kepalanya kuat. “Kau pasti bercanda kan? Zoey, kumohon katakan jika ini hanya salah satu lelucon bodohmu untuk menghangatkan suasana.”

Tak hanya Zoey seorang, kini wajah Myung Joon pun juga terdapat dua aliran sungai kecil yang menghiasi kedua sudut matanya.

“Jika aku boleh jujur, aku juga ingin terus hidup bersamamu. Tapi apa daya, aku hanya bagaikan pion yang diharuskan untuk menuruti perintah sang raja. Begitu juga dengan perkataan sang takdir, boneka beruang sepertiku tidak seharusnya hidup di bayang-bayang manusia sepertimu. Sekali lagi maafkan aku, Joon.”

Myung Joon kini tak lagi sanggup membuka suara untuk sekedar mengucap selamat tinggal pada kepergian sang boneka beruang kesayangannya. Jalan pikirannya seketika buntu kala fokusnya menatap sinar yang membuat sosok itu perlahan menghilang dan berganti dengan butiran debu. Derasnya air mata Myung Joon cukup menggambarkan jika hatinya hancur akibat kepergian sang pujaan hati.

“Zoey…”

Terlambat, sosok yang dipanggilnya dengan nama Zoey telah menghilang. Menghilang sepenuhnya di bawah indahnya angkasa jingga pantai Gwangalli. Menghilang dan meninggalkan pemuda itu sendiri bersama kenangan manis yang terngiang di benak.

***

HYUNG!

Myung Joon sontak terbangun akibat sebuah seruan menggema yang berhasil ditangkap oleh sang gendang telinga. Matanya mengerjap kecil dan mencoba untuk memfokuskan satu sosok di hadapannya sekarang.

“Zoey.”

Bukan suara lembut yang biasa menyapa rungunya, melainkan satu kalimat protes yang melintasinya.

“Zoey? Siapa itu Zoey? Sadarlah, aku Moonbin.”

“Moonbin?” gumam Myung Joon seraya mencerna nama itu dengan seksama. Seketika bola matanya membulat seakan tersadar akan satu hal. “Jam berapa sekarang?”

Kening Moonbin pun mengerut bingung. “Jam 9. Kenapa?”

Myung Joon menepuk dahinya keras. “Oh tidak! Aku telat mematikan mesin mimpi burukku.” Dan dengan seribu langkah yang ia ciptakan, Myung Joon pun terbebas dari raut wajah bingung pemuda Moon tersebut.

Seakan merasa dibodohi, Moonbin pun merutuk kesal.

“Dasar pria empat dimensi!”

 

FIN

 

Bebe’s Notes:

  1. Siapa Zoey sebenarnya? Seperti yang tertera di cerita, Zoey di sini murni hanya boneka beruang yang turun di bumi dan bertemu dengan uri Joonie.
  2. Terus kenapa Myung Joon bilang kalo dia lupa matiin mesin mimpi? Mungkin lebih tepatnya dia nyalain mesin itu buat ketemu sama sang pujaan hati—re:
  3. Apa ada masalah sama psikologi Myung Joon di cerita ini? Yap, karena hanya dia seorang yang bisa lihat Zoey. Buktinya, Moonbin bingung siapa itu Zoey karena sederhana aja, Moonbin nggak bisa liat Zoey.

Beberapa catatan di atas semoga bisa membantu menjawab pertanyaan yang mungkin sempat terlintas di benak kalian semua—atau bahkan nggak sama sekali :D. Oh ya, aku Bebe dari garis ’00 line dan author baru di sini. Salam kenal ^^

 

Warm Regards,

BaekMinJi93

Advertisements

Author:

I'm not intro nor extro tho, Babe! I'm ambi, okay?!

2 thoughts on “[2nd OPREC] The Dust Of Afternoon – Ficlet

  1. Bukan bebe namanya kalo ga bkin epep se-out-of-the-box ini…
    Apa karena faktor barusan nonton drama W jadi awalnya mikir si zoey ini dari dunia webtoon or apalah gtu yg harus balik ke dunia asalnya? (GA CE GAAAA!!!)
    Anyway ini SUMPAH BAGUS BANGET ga nyangka gtulah bisa kepikiran ide kayak giniiii… Hwhwhwhhww udah gtu MJ ganteng amat astaga….
    Happy debut ya bebe sayang… Keep writing…

    Like

    1. Dan bukan Kace kalo gak bikin aku sha 😌
      Hayoloh, Zoey dari mana coba… Ayo tebak.. Go tebak go tebak go /tebar confetti/
      Hehe makasih kak, entahlah mungkin ide ini muncul dikala aku lagi demam sama rilakkuma astagaaa… /sambadi please send that doll to mai house, pehliz (flip mate)/
      Thanks udah baca dan udah nepatin janjinya, oh ya buat ucapan selamatnya juga makasih…
      Keep writing buat Kace juga yaa 😊

      Liked by 1 person

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s