Posted in AU, Family, General, School Life, Vignette

[Vignette] Vengeance

vengeance

Vengeance

ASTRO’s Cha Eunwoo and OC’s Lee Minhyun

AU!, family, school-life | 1,3k words | G

Rizuki’s storyline

.

Karena sampai kapan pun—Cha Eunwoo tetaplah Lee Dongmin yang selalu menyebalkan.

.

.

.

“Minhyun-a, hati-hati di jalan, oke? Semoga busnya segera datang sehingga kau tak akan terlambat.”

“Oh sial! Lee Dongmin, aku akan membalasmu nanti. Tunggu saja, huh!”

Hyun kalah taruhan lagi. Maka pagi ini, Eunwoo berangkat dengan sepedanya sedangkan Hyun harus menunggu bus (lagi)—masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Keduanya tetap mematuhi kesepakatan; toh, sudah hampir dua bulan di sekolah barunya, masih belum ada yang tahu jika mereka berdua merupakan saudara kembar.

Lee Minhyun dan Lee Dongmin sudah sepakat untuk hal itu jauh sebelum mereka dipindahkan ke sekolah barunya ini.

Gadis tersebut menggelung rambutnya asal selagi menilik arlojinya selepas menuruni bus. Oh, sialan! Mengumpat sejenak, ia lantas berlari menjamah gerbang sekolahnya yang masih berjarak beberapa puluh meter dari halte pemberhentian tadi. Lima menit lagi gerbang sekolahnya akan segera ditutup—demi Tuhan, Hyun tidak ingin terlambat untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Semakin mempercepat laju larinya, katup gadis tersebut tak lupa menyumpahi Cha Eunwoo yang begitu kurang ajar. Kalau Hyun lupa jika pemuda itu adalah adik kembarnya, mungkin kepalan tangannya sudah mendarat sempurna di pipi lelaki tampan tersebut.

“Tu-tunggu sebentar, Pak!”

Sreet!

Hampir terlambat, namun Hyun bisa bernapas (sedikit) lega. Bagikan senyuman kendati napasnya tersengal, gadis Lee tersebut lekas membungkukkan badan kepada guru Min yang bertugas menjaga pintu gerbang hari itu. Sesudahnya, gadis tersebut meraup oksigen ke dalam paru-parunya lantas kembali berlari sekencang yang ia bisa. Rasa lelah yang mulai mendera membuat lorong-lorong koridor menuju kelasnya itu terasa lebih jauh dari biasanya.

Masih dengan kepanikan yang luar biasa, Hyun segera mendorong pintu ruang kelasnya. Seketika, ketegangan yang menggunung di dalam kepalanya sedikit terurai tatkala mendapati ruang kelasnya masih riuh lantaran guru Kang belum juga datang. Dengan napas tersengal sekaligus luapan rasa lega, ia pun segera melangkah tertatih menuju bangkunya. Sejenak, tatapnya bertemu dengan dwimanik Cha Eunwo. Oh, ketika ia hampir mati kehabisan napas setelah berlarian pagi ini, pemuda sialan itu malah sedang tertawa-tawa bersama beberapa kawannya.

Demi Tuhan, Cha Eunwoo begitu menyebalkan!

Amarah, kekecewaan, getir—Hyun seolah menelan semua perasaan itu bulat-bulat ke dalam pencernaannya. Ia ingin melampiaskannya saat itu juga, namun bongkahan perasaan itu tetap dibiarkan terkungkung di pangkal tenggorokannya. Alih-alih berteriak memarahi sang adik, Hyun lebih memilih untuk memaafkan semuanya kali ini. Toh, ia sudah bersumpah untuk membalas dendam, bukan?

Oi, kenapa baru datang, Hyun?” suara Bin seketika menghentikan ayunan tungkai Hyun yang kala itu sudah hampir mencapai kursinya.

Menoleh serta bagikan senyuman kecil, Hyun lekas duduk di kursinya. “Seseorang yang menyebalkan kembali menghancurkan pagiku.”

Hyun bisa melihat Eunwoo terkekeh selagi mengedikkan bahu ke arah Bin yang tampak tak paham. Di sela-sela usahanya membalas kalimat Hyun, pergerakan Bin lantas terhenti sebelum ia sempat mengajukan tanya lagi.

Guru Kang sudah memasuki kelas, dan hari panjang ini akan segera dimulai.

.

.

.

Ya, Cha Eunwoo! Semangat, adikku sayang. Go go go, Cha Eunwoo. Noona akan mendukungmu, Eunwoo-ya….”

Di atas tribun penonton sebelah utara—tak jauh dari lapangan—Lee Hyun sudah berdiri. Sedikit melompat-lompat selagi menggerak-gerakkan kedua tangannya ke udara, gadis tersebut kini menjadi pusat perhatian seluruh siswa. Beberapa gadis yang sejak tadi berkerumun saling meneriakkan dukungan kepada tim basket sekolah, seketika membelokkan fokus pandangannya dari tengah lapangan. Mereka mengabaikan beberapa anggota tim yang masih sibuk saling mengejar bola di sana. Atensi mereka direbut oleh kehadiran Hyun yang merusak suasana, saat itu juga.

Berpolah tak peduli, Hyun tetap menyoraki nama Eunwoo dengan lebih lantang. Sesekali gadis bersurai pirang tersebut terkekeh serta membuat tanda hati dengan kedua tangannya selagi memandang Cha Eunwoo yang masih bermain di lapangan. Hyun  hampir pasti melihat tatap berbalut kekesalan dari sorot mata Eunwoo. Namun, alih-alih menghentikan kegaduhan yang telah direncanakan sebagai aksi balas dendam ini, Hyun semakin bersemangat menjalankan aksinya.

“Eunwoo-ya, adik kecil noona pasti bisa memasukkan bolanya ke dalam ring, ‘kan?”

BUG!

Bukannya masuk ke dalam ring, bola lemparan tangan Eunwoo mendarat sempurna di dahi Hyun. Gadis yang mulanya tengah asyik melonjak kegirangan itu seketika mengaduh—hampir hilang keseimbangan—lantas mengumpat. Ia memaki Eunwoo habis-habisan, lagi-lagi tak mengacuhkan tatapan penuh tanya dari segenap siswa yang berada di sekitar lapangan.

“O-oh, benarkah Lee Hyun itu saudara Cha Eunwoo?”

Heol, mana mungkin? Nama mereka saja tak sama. Apa gadis itu sudah sinting?”

Oh, Hyun mendengarnya, omong-omong.

Ya, Cha Eunwoo—“ Bin menepuk pundak Eunwoo pelan. Namun, Eunwoo sudah lebih dulu bergegas menghampiri Hyun sebelum Bin sempat melanjutkan kalimatnya.

Cha Eunwoo berlari mendekati Hyun, tak memedulikan Bin yang meneriaki namanya, pemuda itu lekas menyeret lengan Hyun yang kala itu masih memegangi kepalanya yang baru saja dihantam si bola oranye. Mendengus sekejap, Eunwoo kemudian menyempatkan telapak tangannya mengusap-usap bekas hantaman bolanya di kepala Hyun. Ia mengucap maaf, lantas membawa sang kakak pergi.

.

.

.

“Cha Eunwoo dan Hyun sungguh saudara kembar!”

“Ya ampun, aku tak menyangka mereka menyembunyikan hal ini selama dua bulan lebih sejak mereka pindah ke sekolah ini.”

“Lee Dongmin! Nama Eunwoo bahkan masih terdengar bagus untuknya. Heol, kenapa ia mengganti namanya menjadi Cha Eunwoo?”

“Apa yang sedang kautertawakan, Bodoh?”

Mendongak sebentar, Hyun lantas mendapat sebuah jitakan pelan pada kepala saat Eunwoo baru saja mendudukkan diri di sebelahnya. Gadis tersebut seketika mengabaikan komentar-komentar teman di sekolahnya mengenai hubungannya dan Eunwoo yang ‘resmi’ terungkap tadi siang. Eunwoo terlihat sudah menyiapkan sebuah plester serta lap basah yang baru saja diambilnya dari dapur. Sekon selanjutnya, ia mengusap-usap dahi Hyun dengan lap tersebut. Tanpa protes, Hyun melirik saudaranya tersebut lantas melengkungkan senyuman. Bibir Eunwoo terkatup rapat-rapat, gadis tersebut yakin jika lelaki di hadapannya ini tengah menahan bongkah kekesalan. Namun, alih-alih bersegera memulai perdebatan, Cha Eunwoo mungkin memilih untuk meredamnya, kali ini.

“Maafkan aku, Dongmin-a. Aku hanya kelewat kesal padamu.”

Wajah Eunwoo sama sekali tak menunjukkan perubahan. Selagi jemarinya masih bergerak terampil memasang plester pada bekas lemparan bolanya di dahi Hyun, airmukanya sama tenangnya seperti tadi pagi. Cha Eunwoo selalu bisa berpolah tenang, baik-baik saja, lantas menganggapnya sebuah angin lalu belaka.

“Lupakan saja. Aku memang kesal padamu, dan kau sungguh menyebalkan Lee Minhyun, demi Tuhan. Mulai besok, biar aku saja yang pergi menunggu bus. Kau bisa memakai sepeda untuk ke sekolah.” Cha Eunwoo selesai dengan masalah lebam di dahi Hyun. Pemuda tersebut lantas berdiri, hendak kembali ke dapur membereskan semuanya. “Ck. Aku benar, ‘kan? Kau tak pantas menjadi kakak, Lee Minhyun. Bukankah tugas seorang kakak adalah melindungi adiknya? Tapi nyatanya, terhitung sejak lahir aku jauh lebih sering melindungimu, bukan? Ayah pasti berbohong kalau bilang kau lahir lebih dulu daripada aku.”

Cha Eunwoo menjulurkan lidah, kemudian melangkah menjauhi Hyun.

“Dongmin-a….”

“Apa lagi, Nona Minhyun?” Eunwoo menanggapi dengan nada menyebalkan yang dibuat-buat. Kepalanya kembali menoleh ke arah Hyun yang tengah menggumam.

“Kita bersepeda berdua saja besok pagi, huh?”

Tangan Eunwoo lekas meraih boneka kecil milik Hyun lantas melemparnya tepat mengenai wajah sang gadis. “Kau bodoh apa hilang ingatan, huh? Kita hanya punya sebuah sepeda, Nona Lee. Sudahlah, sana pergi tidur. Kakakmu ini akan naik bus saja.” Sudah membalikkan badan dan hampir menghilang di balik pintu kamar, telinga Eunwoo kemudian mendengar Hyun mengucapkan ‘keputusan akhirnya’.

Oke, Hyun. Berbaik hatilah sekali pada adikmu yang menyebalkan ini. Toh, Eunwoo sudah memiliki itikad baik untuk tidak memperpanjang masalah ‘bocornya’ hubungan mereka, bukan?

“Oke, oke. Besok aku akan tetap naik bus—sebagai kakak yang baik, puas?”

Cha Eunwoo mengangkat sudut bibirnya, membentuk seringaian kecil sebelum ia membalikkan badan (lagi). “Kau serius?” tanya Eunwoo selagi memasang tampang tak ingin lekas percaya. Tatkala anggukan Hyun tersorot retinanya, pemuda jangkung itu lekas melompat ke udara. Meneriakkan ‘yahuuu’ sekejap lantas berlari menghampiri Hyu—oh tidak! Eunwoo memang berlari mendekati ranjang Hyun lagi, namun—

“SEMOGA BESOK KAU TAK TERLAMBAT LAGI, NOONA!”

—Eunwoo kembali berhasil melemparkan sebuah bantal ke arah Hyun yang tengah kebingungan.

“Sepedanya masih milikku! Yeoksi….

“SIALAN! CHA EUNWOO MAKSUDKU KITA HARUS NAIK BUS BERSAM—“

No! Ayah selalu mengajarkan kita untuk berhemat, ‘kan? Jadi, aku akan tetap menggunakan sepeda untuk menghemat uang saku, Minhyun-a. Bye, selamat malam. Aku menyayangimu, Noona.”

“CHA EUNWOO!!!”

.

.

Oh, sial! Seharusnya kau tak pernah tertipu oleh wajah manis sok tenang, sok lapang dada, sok polos, sok berpura-pura memaafkan—milik Cha Eunwoo sialan itu, Lee Hyun! Karena sampai kapan pun, Cha Eunwoo tetaplah Lee Dongmin yang selalu menyebalkan.

.

.

.

-end.

.

HULLAAA! I’M BACK! XD

yosh! pemanasan buat kalian yang lagi nunggu ‘pengumuman lanjutan’ buat 2nd recruitment /ihiiy/

Advertisements

Author:

when you speak to me everyday, you naturally start loving oppars so fckin much. i'm warning you, dear :)

15 thoughts on “[Vignette] Vengeance

  1. Halo, reader baru 🙂
    uwaah ternyata disini sikap eunwoo sangat berbeda sm wajahnya tapi cocok banget karakternya .
    Haha, minhyung kasian..

    Oyaa, itu lee minhyun nya girlgroup baru atau ulzzang ? boleh tau aslinya ?atau web nya dia

    Liked by 1 person

  2. mba hyuuuun, sua minta ijin cemcemin adeknya yaaaaa /kedip-kedip/
    lantas dd sempet ngakak waktu nemu tulisan guru Min (yang kepikiran di otak mah min syuga, tapi yang terlintas malah visualnya min yoonra yang galak dengan otot kawatnya dorongin gerbang sekolah /dibuang mamih/)
    trus kakkk, ada typo ‘Cha Eunwo’ wowowowowowo
    /pulang/
    /seret eunwoo/

    Like

    1. sua kalo mau deketin dongmini bayar upeti dulu yaa ferrari buat hyun /lah jadi kaya mbayunra pfft/
      lahiyaa ada typo waks. thankchu echamincute aka mbasua XD

      Like

  3. Lah kembar? Ih ucul kaya mbaay kya. Lah bingung namanya banyak bener /ditabok/ BTW EUNWOO NGAPAIN PAKE ACARA GANTI NAMA IH ZEBEL JADINYA /musnah sana ay/

    Like

  4. DONGMIN-AAAAA….. JANGAN BIKIN NUNA BELOK TOLOOOONG… KAMU MENGGEMASKAN SYEKALI… ((lempar sepeda))

    Hyunie… sabar ya sayangs… kamu seharusnya sudah kebal.. tapi yg namanya nunanuna kalo sama adek macem dongmin ya mesti lumer kan ya… hiks aku juga merasakan ((lalu pundung berdua d pojokan))

    Rijuki senpainiiiimmm… aku suka donghyun sib… mumuah ^*^

    Liked by 1 person

  5. Kyaa elyse punya kaka cewee /abaikan/

    Demi apa sampe sekaranh kalo inget dongmin ingetnya muka polos masih dd gitu. Tapi kalo eunwoo yg kebayang malah pipi chubby /plak/ sumpah komenku gamutu gini :”

    Like

  6. GELINDINGAN YA TOLONG LEE DONGMIN LEE MINHYUN KENAPA AKU BAYANGIN IRIEKUN SAMA KOTOKO LAGI ANJIRLAAH BELOM MOVEON DD BELOM MOVEON WKWKWKW

    Yokshiii as expect kaya gini yang kupikirin semalem mwahaha eksekusi sempurna, shenpaaaayyyy
    /Peluk dongmini sampe jelek/

    Like

    1. terima kasih sonbenimmm atas uluran(?) idenya hyun berakhir debut dg sempurna/? /krik
      YA KENAPA JADI IRIEKUN LAGI YAAMPOOONN YAMAKEN KUN LEBIH GANTENG PY WAKAKAKA XD

      Like

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s