Posted in AFFI Freelance, Ficlet, General, School Life

[AFFI Freelance] Kuak Sebuah Rahasia – Ficlet

photostudio_1458980859893

Kuak Sebuah Rahasia

by Nathaniel Jung

ASTRO‘s Moonbin feat. The Ark‘s Lee Sooji

school-life

G

ficlet

This is mine. Don’t be a plagiators. Be a good readers.

Sembunyilah dengan hati-hati

Aku boleh jadi melihatmu

[Playlist: ASTRO – Hide & Seek]

 

Kapan lagi Sooji bisa melihat Moonbin dari jarak dekat seperti ini—secara terang-terangan di muka umum. Duduk berdampingan dengan Moonbin membuat Sooji yang biasanya tidak bisa diam, kini bertransformasi menjadi gadis kalem.

Bukan hanya sikap dan perilaku. Bahkan gaya bicara Sooji yang terbiasa dengan oktaf tinggi pun harus ia redam supaya terdengar semanis mungkin.

Moonbin bisa jadi seorang penyihir yang mampu mengubah seorang Lee Sooji. Tak lupa hati Si Cantik sudah luluh lantah oleh pangerannya.

“Ji, kamu potong poni ya?”

Adalah Chanwoo yang duduk berseberangan dengan Moonbin. Si Manis yang digandrungi banyak gadis itu mengabaikan sejenak tugas kelompok mereka yang sebegitu hebatnya mampu menyita waktu dan tenaga.

“Iya. Kata Mamaku, aku cantik kalau pakai poni.”

Semua teman-teman Sooji serempak menyoraki—kecuali Moonbin. Pria itu hanya tersenyum tipis dengan masih menulis beberapa jawaban di selembar kertas.

“Kenapa cuma Moonbin yang tidak ketawa, ya?” Chanwoo dengan tanpa merasa bersalah menyenggol kaki Moonbin yang berada di bawah meja.

“Memang benar ‘kan kalau dia cantik? Kenapa kalian malah tertawa?”

Hening sekejap..

Sedetik kemudian teman sekelas mereka lantas berubah menjadi anarki. Lebih heboh dari sebelumnya. Sooji yang mendengarnya hanya mampu diam. Timbul bercak kemerahan di kedua pipinya. Manis. Dan Moonbin sama halnya dengan Sooji—namun tanpa semu di pipinya.

“Ngomong-ngomong sejak kapan?” tanya Chanwoo lantang.

“Apanya?” ujar Sooji dengan nadanya yang dibuat setenang mungkin.

“Eih, tidak usah berkilah. Aku tahu kalau kalian pacaran diam-diam di belakang kami. Benar ‘kan?” jelas Dahyun.

“Kata siapa?” balas Sooji.

Sooji sudah nyaris dirundung malu jika ia tak segera mengelak. Moonbin bahkan tak membantu sama sekali. Hanya diam saja apa bisa menyelesaikan masalah, huh?

“Bukan kata siapa. Tapi kemarin aku melihatmu dan Moonbin sedang berada di salon yang sama. Entah itu benar kalian atau bukan. Yang jelas waktu aku ke rumah Bin, adiknya bilang kalau Bin sedang pergi keluar bersama teman perempuannya. Hanya itu.”

Sooji terdiam kaku di tempat.

Ternyata tak mudah menutupi sebuah rahasia, apalagi sebuah hubungan yang lebih dari sekedar teman. Tapi apa untungnya coba menyembunyikan hal yang faktanya bukanlah sebuah perkara, melainkan adalah sebuah kabar gembira.

Moonbin yang sedari tadi duduk diam mendengarkan ocehan beberapa temannya kini sudah berdiri tegap. Tangannya meraih tangan mungil Sooji untuk ikut berdiri. Membawanya ke depan kelas. Yang untungnya kelas mereka sedang ada jam kosong.

“Baiklah jika kalian ingin tahu. Aku di sini hanya akan meluruskan satu dua hal. Yang pertama, aku Moonbin dan gadis ini—Lee Sooji memang benar tengah menjalin suatu hubungan.”

“Kedua, aku kemarin memang sedang menemani Sooji ke salon. Dan sebenarnya yang bilang Sooji cantik kalau pakai poni itu bukan Mamanya, melainkan aku.”

Akhir kata Moonbin menorehkan senyuman lebar yang manis kepada teman-temannya. Sooji sudah seperti kepiting rebus dibuatnya. Memang ini yang ia inginkan sejak dulu, tapi ini bukanlah waktu yang tepat. Gengsinya yang terlalu besar hanya akan membuatnya harus mau merasa sedikit tertekan dengan hubungan diam-diam mereka.

Moobin memang kelewat pengertian. Ia tahu apa yang Sooji pikirkan bahkan sebelum gadis itu katakan.

Setelahnya, Moonbin meraih Sooji untuk menghadapnya. Salah satu kebiasaan Moonbin saat bersama Sooji adalah membuat gadis itu melambung dengan memberikan kecupan manis di keningnya. Tak lupa dengan diiringi riuh kawan kelas mereka yang semakin menjadi.

“Kubilang juga apa. Jangan bermain petak umpet dengan mereka. Mereka lebih jeli melebihi siapapun.” —Moobin.

 

 

 

FIN

 

Notes:

  • kuharap kalian tahu maksudnya apa
  • maaf kalau kurang greget, aku tahu ini kurang greget xD
  • tolong tinggalkan komentar yang positif yaa, ppyong~!
Advertisements

Author:

Dedicated to Fantagio's rookie group, ASTRO and shared all imagine from awesome writers using Bahasa.

2 thoughts on “[AFFI Freelance] Kuak Sebuah Rahasia – Ficlet

  1. bujubuneng…. bin memang ya. bikin jantung degup degup pas ngomong satu dua hal ntu. gak kebayang kelas mskin anarki di jam kosong. salud dah!

    Like

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s