Posted in Astro Fanfiction Indonesia, Comedy, Family, Ficlet, PG, School Life, Teen, Teenager

[Ficlet] Complicated Meeting

943986_974936049258286_5791783922490392627_n

Complicated Meeting

.

Storyline by Tiarachikmamu

Starring by [Astro’s] Kim Myungjun, [Astro’s] Moon Bin, [OC’s] Moon Chae Jin
slight! [Astro’s] Park Jinwoo

Ficlet ±700words | School life, Family, Comedy | PG, Teen

.

.

.

“Jin nuna, nanti aku tidak pulang sore, kok.” Chae Jin membeo kalimat yang diucapkan Bin tadi pagi saat pamit ekstrakulikuler di sekolah.

“Tidak sore apanya!”

Sepatu ketsnya dihentak kesal. Wajahnya ditekuk dalam-dalam, berusaha menunjukkan pada seisi lapangan sekolah Bin kalau amarahnya sudah sampai di ubun-ubun, cukup untuk mengubah satu telur ayam jadi telur mata sapi kalau diletakkan di atasnya (kalau ada yang berani mencoba, sih).

“Jin! Tunggu! Jin!” Sebuah teriakan nyaring terdengar. Sumbernya mungkin sejauh lima hingga tujuh meter di belakang Chae Jin.

“Jin! Jin! Ya! Jin!”

Ya?! Dia bilang apa tadi? Ya?!

Chae Jin buru-buru menoleh. Mencari satu lagi penyebab tensinya makin naik sore-sore begini.

Lagipula anak ayam mana, sih, yang berani memanggil alumninya dengan seruan semacam ‘Ya!’? Benar-benar cari mati.

“Jin! Jin! Ya—akh.”

Laki-laki yang sejak tadi memanggil-manggil seseorang bernama Jin itu merasa lehernya seperti tercekik—yah, sebenarnya memang dicekik, sih. Ia sungguh tidak tahu salahnya apa dan di mana sampai seorang perempuan—kalau bisa disebut begitu, karena tenaganya tidak bisa dikategorikan begitu—tiba-tiba muncul di hadapan wajahnya dan mendorong—dan mencekiknya—hingga ke salah satu pilar yang paling dekat di sana.

“Bocah macam apa kau ini!” Satu sentakan galak meledak-ledak tumpah tepat di depan wajah laki-laki polos tak berdosa dan tak tahu apa-apa. “Memanggil alumnimu dengan panggilan ‘Ya!’, kau pikir itu sopan? Apa semua pelajar sekarang memang tidak tahu tata krama begitu?”

AkhNuna, mohon maa—akh—Bisakah kau melepa—akh—leher—tangan—nunaakh—“

Nuna!”

Beruntung, Moon Bin datang tepat sebelum laki-laki berwajah polos itu pingsan kehabisan napas. Untungnya lagi, lapangan sedang lengang. Acara cekik-mencekik itu tidak akan jadi tontonan siswa apalagi sampai jadi bahan gosip minggu depan—kecuali kalau Moon Bin atau sang korban sendiri yang mau buka suara.

“Dia temanku! Lepaskan tanganmu dari—Aduh!” Moon Bin menarik paksa tangan Chae Jin dari leher laki-laki berwajah polos itu. “Dia temanku, Nuna. Apa-apaan, sih, kau ini!”

Ya! Ajari temanmu itu sopan santun! Berani-beraninya dia memanggilku tanpa embel-embel ‘Nuna’ dan menyerukan ‘Ya!’ seenak jidatnya!” potong Chae Jin panjang lebar. “Dan kau! Katamu tidak akan pulang sore? Sekarang pukul berapa? Kan, sudah kubilang kau harus mengantarkanku membeli kado ulang tahun temanku!”

Moon Bin yang masih berusaha mengambil napas usai berlari ke lapangan bonus melepaskan cekikan Chae Jin dari leher temannya hanya bisa menatap jengah sembari mengacak-acak rambutnya.

Ya! Moon Bin!” Laki-laki berwajah polos itu kali ini ikut berseru. “Beritahu kakakmu itu kalau aku bukan memanggilnya, aku memanggil Jinjin! Jinwoo! Bocah itu memutar musiknya keras-keras dengan headset-nya sampai-sampai tidak mendengar teriakanku sama sekali!”

Moon Bin mendengus. Sungguh, kakaknya sangat pandai berulah bahkan di sekolah orang.

See? Nuna dengar sendiri, kan?” Bin hanya menatap Chae Jin lelah. “Lagipula Hyung ini seorang mahasiswa dan seumuran denganmu. Jadi berhentilah marah-marah kalau ia memanggilmu tanpa embel-embel ‘Nuna’.”

“Myungjun Hyung, maaf atas perilaku kasar kakakku ini. Dia memang temperamen. Mungkin sedang PMS.” Ucap Moon Bin. “Maafkan kakakku yang menyebalkan ini. Lain kali kupastikan lehermu tidak terancam di dekatnya.”

Moon Bin memberikan wink-nya sebagai kode permintaan maaf pada laki-laki berwajah polos yang dipanggil Myungjun itu. Setelahnya, ia buru-buru menangkap lengan Chae Jin.

“Dan Nuna, mari kita pulang. Kau tidak mau waktu belanja kadomu terbuang, kan?” Bin buru-buru menggiring Chae Jin menuju parkiran motor. Yah, dan kau butuh makan, Nuna. Paling tidak supaya jiwa temperamenmu itu tidak membahayakan nya—“

Ya! Kau mau dietku gagal lagi setelah sekotak pizza yang kau bawa?” sahut Chae Jin kesal. “Sungguh keterlaluan—Aish!“

“Sudah, Nuna, sudah. Kau hanya akan terlihat lebih tua kalau terus temperamen seperti itu—Aduh! Ya! Kenapa kau memukulku, Nuna!”

.

~.-‘-.~

.

Sedang di ujung lapangan, laki-laki bernama Myungjun itu masih asyik memperhatikan—sambil mengurut lehernya. Senyumnya terkembang. Jantungnya entah kenapa mendadak berdebar-debar. Ada sesuatu dalam perutnya yang menggelitik—antara heran dan penasaran. Soal gadis itu. Gadis yang meninggalkan kesan mendalam lewat kekuatan tangannya.

Yah, meskipun dicekik membuatnya berpikir dua kali kalau berniat mengencani gadis bernama Chae Jin itu, paling tidak ia sudah pernah bertemu dan menemukan sesuatu yang menarik dan berbeda dalam diri Chae Jin—entah itu garang atau ganas, Myungjun masih sulit membedakannya.

Tapi tidak apa-apa. Bagi Myungjun, boleh juga mencoba mendekatinya. Yah, anggap saja yang tadi itu semacam pekan orientasi. Agak menyiksa di awal, bahagia di akhir (eh, tidak juga, sih, kalau ulahmu diingat senior seangkatan dan kamu jadi bahan bulan-bulanan). Pokoknya, Myungjun bahagialah.

.

.

.

 Auhor’s cuap :
Kyaaa, kambek lagi masih dengan Moon siblings yang penuh komplikasi ini XD
Dan welkam mas Emjei dalam kehidupan bahagia-damai-sejahtera mbak-mas ChaeBin, wkwk
/siapdigamparreaders/
.
Tiarachikmamu,
Advertisements

Author:

Legal Absurd Alien

4 thoughts on “[Ficlet] Complicated Meeting

  1. Chaejin horor, leher orang dicekik untung belom ilang napasnya mj /dikeplak/ 😂😂
    Ciyeeeee emjei perutnya digelitik ciyeeeee, abis ini sua sama eunwoo palakin embaknya moon bin ah /kabur/

    Like

  2. Mba chaejin serem amat yaampun /.\
    tapi kusuka karakter nuna galak ihiiik dek biiiiinn ucuuuulll huhuhuhuhu gemaays deek nunaa gemaaayy :3
    Nice fic, tiir~ keep writiing! XD

    Like

    1. Mba Chaejin emang gitu sukanya cekek-cekek anak orang. Katanya sih buat melatih kekuatan otot lengan…. //dilemparkelaut//
      Nunanya galak tapi adeknya kenapa bisa unyuk-unyuk minta dikelonin gitu sih xD
      Kyakyaaaa tengkyuu kajukii~ sun dulu dari mbaChaejin😘😘

      Like

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s