Posted in Astro Fanfiction Indonesia, Ficlet, Friendship, PG-17, School Life

[Ficlet] Savior

savior

Savior

By Fanita

Main Cast : Astro’s Cha Eunwoo – Oh My Girl’s Jiho

Genre : Fluff – School Life – Friendship || Rating : PG-17 || Type :

“Masih saja menolakku?”

.

            Brug! Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh Eunwoo karena dia telah terkepung oleh 5 preman sekolahannya di belakang gedung sekolah yang tak terpakai lagi. Dengan wajah yang telah berlumuran darah, Eunwoo hanya bisa menyeret dirinya ke belakang untuk menghindari orang-orang itu. Sial, umpat Eunwoo. Kalau saja kakinya tidak terkena serangan oleh mereka mungkin dia bisa kabur dari tadi.

Ya Cha Eunwoo kau sudah berjanji sialan! Mana uangmu, hah?!” pekik Taekwang.

“Tidak ada,” jawab Eunwoo. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak memberikan uang lagi kepada premen-preman sialan ini.

“Tidak ada? Kau mau mati hah?” pekiknya.

Taekwang melayangkan sebuah tendangan ke perut Eunwoo sehingga laki-laki itu berteriak kesakitan apalagi Taekwang terus menginjak dan menekannya. Eunwoo harus bertahan, dia harus!

Cklek! Eunwoo, Taekwang dan anak buahnya langsung melayangkan perhatian mereka ketika sebuah kamera terdengar di jelas di telinga mereka. Semua terkejut saat seorang anak perempuan tengah berjalan ke arah mereka sambil mengarahkan kamera ponselnya kepada kejadian yang tengah dia saksikan.

“Jadi ini kisah nyata bullying di sekolahan? Aku baru pertama kali melihatnya,” seru gadis itu.

Eunwoo berdecak lidah dan heran mengapa gadis bodoh ini malah datang ke tempat berbahaya seperti ini.

Ya Taekwang! Kalau aku memberitahu foto dan video yang aku dapatkan ini kira-kira apa yang akan terjadi pada kalian ya?” tanya Kim Jiho, si perempuan.

“Aku akan membunuhmu kalau kau berani menunjukan foto itu ke guru Kim Jiho!” bentak Taekwang.

“Aku rasa sebelum kau sempat membunuhku, kau terlebih dahulu di bawa oleh polisi ke kantor mereka karena aku akan melaporkan kalian ke polisi kalau masih berada di tempat ini! Pergi kalian!” teriak Jiho.

Taekwang dan anak buahnya tidak memiliki pilihan lain selain kabur dari tempat ini. Mereka pun mengumpat dalam hati karena Kim Jiho benar-benar menyebalkan.

            Setelah Taekwang kabur, Jiho buru-buru langsung menghampiri Cha Eunwoo. Wajah tenang yang sejak tadi ia pasang langsung berubah menjadi panik setelah melihat keadaan Eunwoo benar-benar mengenaskan.

“Eunwoo kau baik-baik saja?” tanya Jiho.

“Kau sudah melihat jelas lukaku dan masih bilang aku baik-baik saja?” sindir Eunwoo.

“Hehehe berarti kau kesakitan ya. Aku akan mengobatimu di UKS,” ajak Jiho.

“Tidak perlu. Aku bisa sendiri,”

Eunwoo berusaha untuk bangkit namun gagal karena kakinya terlalu sakit dan tangannya juga perih menahan luka karena sempat diinjak oleh Taekwang.

“Masih saja menolakku?”

Pandangan Eunwoo langsung terarah kepada Jiho yang tengah menatapnya dengan senduh. Eunwoo menghela nafas kemudan mengulurkan tangannya kepada Jiho. Gadis itu kembali tersenyum lalu menolong Cha Eunwoo untuk berdiri.

“Aku akan membopongmu ke UKS,”

“Tidak perlu, begitu saja sudah baik,”

“Baiklah kalau itu maumu…”

            Jiho dan Eunwoo berjalan di koridor sekolah yang kosong. Jiho berharap kalau ruang UKS masih di buka karena jika tidak dia harus membawa Eunwoo ke puskesmas yang jaraknya cukup jauh dari sekolah mereka. Setelah sampai di tempat, Jiho bernafas legah karena UKS masih terbuka dan kini dia membawa masuk Eunwoo untuk segera mendapatkan pengobatan.

            “Mereka sering memperlakukanmu seperti itu ya?” tanya Jiho kepada Eunwoo yang tengah dia obati. Eunwoo yang semulanya hanya diam langsung menganggukan kepalanya dan merespon ucapan Jiho barusan.

“Ya, seperti itulah. Ngomong-ngomong apa kau benar menyimpan video saat Taekwang menghajarku?” tanya Eunwoo.

“Tidak,” celetuk Jiho.

“Sungguh?”

“Aku panik dan ketakutan jadi aku hanya belagak berani dan melawan ucapan Taekwang. Sebenarnya memang ingin aku videokan si tapi karena gugup dan salah tekan aku terpencet kamera untuk berfoto dan menarik perhatian kalian,” terang Jiho.

Cha Eunwoo mengangguk paham setelah mendengar penjelasan Jiho. Untung saja gadis yang tidak pernah dia harapkan untuk dekat dengannya ini datang dan menolongnya. Jika tidak pasti keadaan Eunwoo akan lebih parah dan dia akan kehilangan uangnya karena dipalak oleh Taekwang dan kawan-kawan.

“Terima kasih,” celetuk Eunwoo.

Heol! Cha Eunwoo berterimakasih kepadaku!” pekik Jiho senang.

“Jadi aku harus apa kalau bukan berterimakasih?”

“Balas budi! Bagaimana balas budi menjadi temanku?”

“Teman? Aku tidak mau,”

“Eunwoo-ya!! Jadi temanku ya,” bujuk Jiho.

“Sekali tidak tetap tidak walaupun kau penyelamatku tadi,”

“Cha Eunwoo!! Kau masih saja menolakku jadi temanmu!” pekik Jiho kesal.

.fin.

Advertisements

Author:

wattpad @lovefinite87

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s