Posted in Astro Fanfiction Indonesia, Comedy, Ficlet, Genre, Length, Rating, Romance, School Life, Teenager

[Ficlet Mix] The Rejected Boys

rejected boys

“The Rejected Boys” by Mingi Kumiko

|| [Astro] Moonbin, Sanha, and Rocky | School life, comedy, romance, slice of life | Teenage ||

“Para gadis adalah hal paling memilukan yang pernah aku hadapi.”

.

.

Failed Confession

 “Biarkan itu tetap menjadi rahasia, mungkin untuk saat ini kau masih terlalu malu untuk mengakuinya.”

.

.

Bagai memainkan busur panah, momen mengungkapkan perasaan juga butuh strategi dan trik agar anak panah tepat sasaran. Kalau tak hati-hati, anak panah itu berkemungkinan melenceng. Kurang lebih seperti itulah kegetiran yang sedang dirasakan Moonbin, seorang pria yang kini tengah mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mengutarakan hal yang telah ia pikirkan semalaman.

“Ada suatu hal yang tak kau ketahui.” celetuk Moonbin dan sontak membuat Kim Da Hyun menoleh kala mendengar ujaran teman sebangkunya itu.

“Tentang apa?” balasnya.

“Ada gadis yang kusukai di kelas ini.”

Wajah Dahyun sama sekali tak beranjak dari raut datarnya, “Oh ya? Kenapa kau tak pernah cerita?”

“Sejauh ini hanya Minhyuk dan Eunwoo yang tahu tentang hal ini.” tandas Moonbin. Kardiotoraksnya pun mulai tak berirama sesuai ritme. Moonbin tak tahu reaksi apa yang akan Dahyun berikan sebentar lagi. Dan satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah berharap ekspektasinya akan terealisasi. Semoga setelah ini Dahyun akan memintanya memberitahu siapa gadis yang ia maksud. Setelah itu ia akan dengan manisnya menjawab, gadis yang kusukai adalah kamu. Dengan begitu, rencananya mengungkapkan perasaan akan berhasil dan beban yang memberatkan hatinya pun hilang.

“Oh, rahasia, ya? Okelah, Moonbin… biarkan itu tetap menjadi rahasia, mungkin untuk saat ini kau masih terlalu malu untuk mengakuinya. Tapi jangan menyerah, dekati dia perlahan, kemudian buat dia berempati dan nyatakanlah perasaanmu.” tandas Dahyun sambil menepuk-nepuk pundak pria yang kini tengah tertegun lantaran mendengar ucapannya barusan.

Ekspektasi tinggalah ekspektasi. Ketidakpekaan gadis itu membuatnya harus dengan lapang dada mengantungi kekecewaan. Sia-sia sudah usahanya memikirkan cara agar Dahyun mengetahui tentang perasaannya.

 

✿✿✿

Cooking For Love

“Apa kau menyukai pria yang pintar masak?”

.

.

Banyak yang bilang seorang gadis akan luluh hatinya apabila diperlakukan manis oleh seorang pria. Yoon San Ha, seorang pemuda berusia 17 tahun itu percaya bahwa salah satu cara membuat hati seorang gadis meluluh adalah dengan membuatkannya bekal makan siang.

Sanha menenteng kotak warna biru laut itu dengan bangga. Ia bela-belakan pergi ke pasar kemarin siang. Bermodal resep-resep dari internet, Sanha pun mengolah bahan-bahan segar dengan penuh kehati-hatian agar tercipta rasa yang sangat lezat. Meskipun cuma sekedar kimbab dan dadar gulung, namun apabila dibuat dengan sepenuh hati, Sanha yakin rasanya akan sangat spesial.

Dengan gugup Sanha mendekati si calon penerima bekal. Ia pun menarik bangku yang ada di dekat gadis itu, kemudian mendudukinya.

Annyeong…” sapanya tebata-bata pada gadis yang tengah asyik berkutat dengan ponsel tersebut. Yomi – nama gadis itu – sontak memutar kepalanya dan menoleh ke arah Sanha.

“Ada apa, San?” Yomi langsung mengalihkan seluruh atensinya pada Sanha dan meletakkan ponselnya di dalam laci.

“Kok sendirian?” Pemuda Yoon itu memilih untuk berbasa-basi terlebih dahulu.

“Hehehe, iya… sedang malas ke kantin, kau sendiri kenapa di kelas waktu jam istirahat?” gadis berperawakan mungil dengan surai kecoklatan itu bertanya balik.

“Karena aku ingin bicara beberapa hal padamu…”

“Oh ya? Bicara apa?” seketika itu juga Yomi pun memasang raut penasaran.

Sanha terdiam sejenak, ia tarik napasnya guna menyetabilkan detakan jantung dan bersiap memulai suatu ujaran.

“Cewek itu paling suka diperlakukan seperti apa, sih?”

“Hahaha, kau bicara apa, sih, San?” Yomi memukul paha Sanha pelan.

“Aku serius menanyakannya, Yomi-ya…”

“Oke, oke… akan aku jawab. Menurutku, sih, gadis itu suka dimanja dan diperhatikan. Tapi bukan berarti para gadis itu haus belaian. Ah, molla! Aku agak sulit menata kalimat.” ujar Yomi seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Kalau seorang lelaki memberi perhatian dengan cara memasak untuk gadis yang dia suka, bagaimana menurutmu?” setelah lama menuturkan basa-basi, akhirnya Sanha berhasil mengutarakan apa yang sedari tadi ingin ia ucapkan.

“Mungkin bagi gadis lain itu romantis…, tapi jujur, aku enggak suka cowok yang bisa masak. Itu, kan, tugasnya perempuan. Aku membayangkan kelak menjadi istri seorang chef, kalau masakanku kurang bumbu dia akan mengomel karena rasa masakanku tak sesuai di lidahnya. Menyebalkan, bukan?” celoteh Yomi dengan polosnya.

Sanha mengatupkan bibir rapat-rapat. Ribuan kupu-kupu yang berterbangan dalam perutnya seketika mati saat itu juga. Buru-buru ia buka kotak bekal yang sudah sedari tadi ia genggam.

“Eh, iya… kau belum makan, ‘kan? Ibuku membawakan aku bekal, nih! Masakannya enak sekali, lo!” tandas pria yang kini hatinya telah dibuat pecah berkeping-keping oleh kalimat yang barusan diucapkan Yomi itu. Terpaksa kali ini ia harus berbohong dan membuang jauh-jauh rasa ketertarikannya dalam dunai memasak. Sanha tak mau mengakui bahwa bekalnya itu adalah buatannya sendiri, bisa-bisa Yomi hilang feeling dan tak mau menikah dengannya kelak!

 

✿✿✿

A Failed Flatter

 Apakah dia gadis yang menghirup udara dari planet lain hingga tabiatnya benar-benar tak menyerupai manusia normal?

.

.

Ada kalanya suatu masalah akan lebih cepat terselesaikan apabila ditangani sendirian tanpa melibatkan pihak lain yang justru berkemungkinan bakal memperpanjang masalah yang harusnya sederhana. Seperti yang terjadi hari ini, seorang gadis bersurai ikal kelegaman tengah dibuat pengang dengan racauan tak jelas dari kawan-kawan di sekitarnya.

“Kita enggak bisa menggunakan naskah ini karena karakteristik dari tiap tokohnya kurang ditonjolkan. Jadi aku ragu kita bisa tampil dengan maksimal kalau ceritanya tidak dikembangkan terlebih dahulu.” Seyoung – nama gadis itu – akhirnya buka mulut dengan ujaran ketus dan berhasil mengalihkan atensi seluruh anggota kelompoknya agar terfokus padanya.

Han Se Young memang sekeren itu, dengan aura kuat yang dimilikinya ia mampu mengoordinasi banyak orang agar tunduk pada kehendaknya. Namun ada satu hal yang membuat kawan-kawannya merasa tak begitu nyaman – terutama bagi seorang Minhyuk yang notabenenya merupakan murid paling humoris dan terkenal susah diajak bicara serius. Menurutnya Seyoung terlalu kaku dan kebal humor. Minhyuk jadi kasian padanya. Seharusnya di usia sebelia itu Seyoung bisa merasakan asyiknya bersenda gurau dengan teman sepantarannya. Bukannya sekedar mengisi masa muda dengan berkutat pada urusan organisasi dan tugas-tugas yang serasa membelitkan syaraf otak.

“Kalian setuju, kan, kalau naskah drama ini diganti saja?” tanya Seyoung pada empat orang yang ada di hadapannya. Mereka semua pun balas mengangguk. Apa boleh buat, kalau si otoriter itu sudah berkelakar, tak ada celah bagi mereka untuk menyanggah.

Seenak hatimu saja, yang penting aku tidak perlu repot-repot memikirkan apa yang kau inginkan! Itulah yang mereka ucapkan dalam hati setelah mendengar ocehan Seyoung.

Tapi Minhyuk tetap tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Seyoung butuh hiburan agar hidupnya tak terasa berat. Kendati demikian, ia tak tahu harus berbuat apa untuk mencairkan ketegangan yang menyelimuti diskusi kelompok mereka.

“Agar lebih mudah, aku membebaskan kalian untuk memilih tokoh yang ingin kalian perankan.” celetuk Seyoung.

Seketika itu juga seulum senyum terulas dari bibir Minhyuk. Akhirnya ia menemukan sebuah ide untuk memberi hiburan pada Seyoung dan teman-temannya.

“Aku berperan sebagai dokter saja, kebetulan di rumah ada jas warna putih.” ucap Sanha yang dibalas dengan anggukan singkat oleh Seyoung.

“Kalau kau… mau berperan jadi apa, Minhyuk-a?” tanya Seyoung tanpa disertai segaris pun ekspresi ramah yang tersirat di wajahnya.

Hul, kenapa gadis ini jutek sekali, sih? Minhyuk membatin kesal.

“Apapun itu, Seyoung-a… asal di akhir cerita aku bisa bahagia bersamamu selamanya.” ucap Minhyuk. Kemudian alis dan pipinya terangkat, memasang ekspresi yang susah didefiniskan. Yang digoda pun tak kunjung memberi respon dan hanya menunjukkan mimik ketusnya.

Omo, itu kode keras!” celetuk Myungjun – salah satu anggota kelompok – dan langsung disusul dengan sahutan ‘cie… cie…’ oleh anggota yang lain.

“Tolong, ya, ini bukan waktunya bercanda.” ujaran dengan nada sarkasme itu bagai petir yang menyambar hati Minhyuk. Bagaimana bisa, seseorang tetap kukuh mempertahankan air muka menyebalkannya setelah diajak bercanda seperti itu? Han Se Young, apakah dia gadis yang menghirup udara dari planet lain hingga tabiatnya benar-benar tak menyerupai manusia normal?

 

– END –

Sori atas kegajelasan yang terkandung dalam ff ini >_< makasih buat kalian semua yang udah sudi klik read more dan merampungkan cerita sampai akhir…, review boleh? ^^

Advertisements

Author:

♬ Lely ♬ 99line ♬ warm hearted ♬ talk active ♬ let's be friend! ♬

10 thoughts on “[Ficlet Mix] The Rejected Boys

  1. Dahyun ngga peka. Jan kalo cewek tu bilangnya “cowok yang peka dong…blablabla” tapi justru ceweknya yg ga peka.. Kan nangis :”v
    Dedeq Sanha mending kamu main masak2nya sama Minhyuk aja gimana? Masih kecil ngga boleh pacaran lho, yaa. Sekalian nemenin Minhyuk YANG HABIS NGODE KERAS TAPI TAK TERBALAS WAKAKAK!!

    Like

    1. Dahyun mah aslinya peka kak cuma dia mau nolak moonbin secara halus /dorr/
      Wkwkwk iya nih Sanha masih kecil udh menerima penolakan sadis XD bisa juga sih itu kimbab yg sisa dikasih ke minhyuk biar punya tenaga buat berlagak strong :v

      Like

  2. ceritanya ngenes, tapi kok aku bacanya sambil ketawa yak XD
    keren nih, aku suka cara penyampaian cerita ini XD gak bikin baper wkwk
    keep writing yaa
    ditunggu karya lainnya~

    Like

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s