Posted in Astro Fanfiction Indonesia, Comedy, Family, Ficlet, General, Teen, Teenager

[Ficlet] The Power of Boxes Pizza

image

The Power of Boxes Pizza

.

A ficlet starring by [Astro’s] Moon Bin and [OC] Moon Chae Jin

Family, Comedy | General, Teen

.

.

.

Nuuunaaa….”

Moon Bin berteriak memanggil kakak perempuannya. Kepalanya muncul dari balik pintu ruang tamu. Wajahnya sumringah, masih dengan bersenandung, berjalan menuju dapur, tempat kakaknya biasa berada kalau liburan telah tiba.

“Aku bawa pizza, lho, Nun,” goda Bin sesaat sebelum laki-laki itu mencapai ruang dapur. Moon Bin melambatkan langkahnya, menunggu kakaknya menghambur ke arahnya, lantas berakhir dengan kejar-kejaran hanya lantaran dua kotak pizza ((yah, dua kotak pizza lumayan, sih, sebenarnya)).

Nuna?

Moon Bin melongok ke arah dapur. Ruangan itu sepi, hanya ada sekotak donat sisa semalam dan gelas-gelas kopi yang belum dicuci. Harusnya kakaknya sudah berberes sesore ini, mengingat ini sudah hampir gelap.

Moon Bin belum putus asa. Niatnya menggoda sang kakak dengan dua kotak pizza belum luntur kendati presensi kakaknya belum ditemukan. Laki-laki itu mengitari ruang keluarga, taman, membuka garasi, gudang, kamar tamu, dan kamar mandi di lantai bawah. Nihil.

“Chae Jin Nuna!”

Moon Bin menderap langkah di tangga ruang keluarga. Perasaannya tidak enak. Biasanya, kakaknya langsung menyahut kalau ia mulai berteriak di dalam rumah—meskipun dengan nada kesal. Niatnya menggoda sang kakak pupus sudah. Kepalanya penuh dengan kemungkinan-kemungkinan ganjil yang silih berganti memacu detak jantungnya.

“Jin Nuna?”

Dan kekhawatiran itu sampai pada puncaknya.

Yang dipanggil ‘Nuna’ tak bergeming. Erangan lemah menjadi satu-satunya respon yang ditangkap Moon Bin ketika ia memangkas jarak menuju tempat tidur sang kakak.

Nuna, kau baik-baik saja?”

Pertanyaan itu terlontar dengan nada gemetar. Sungguh, Bin paling benci berhadapan dengan orang sakit. Terlebih, jika orang itu adalah kerabatnya.

“Katakan padaku bagian mana yang sakit,” kata Moon Bin buru-buru menyibak selimut yang membalut tubuh Chae Jin. “Apa kita perlu ke dokter?”

Tangannya cekatan menyeka dahi Chae Jin, mengecek suhu tubuhnya, lantas beralih meraih tangannya, mengecek denyut nadi. Matanya menelisik wajah Chae Jin.

Tunggu, tunggu. Moon Bin mengerjapkan matanya beberapa kali. Bibirnya tidak pucat, suhu tubuhnya normal, dan denyut nadinya normal. Laki-laki itu memicingkan matanya. Ada apa dengannya?

“Kau sakit apa, Jin Nuna?” tanya Moon Bin akhirnya.

Chae Jin menggeleng—ia tidak sakit apa-apa.

“Lalu?” Moon Bin menelengkan kepalanya. “Aku memanggilmu sejak tadi, menawarimu pizza, dan yang kau lakukan di sini? Tidur? Tidak menjawab teriakanku? Astaga, Nuna, aku hampir serangan jantung menemukanmu di sini!”

Aish, diamlah.” Chae Jin membalikkan tubuhnya, enggan menanggapi.

“Ya! Nuna!”

“Keluar, Moon Bin!” Chae Jin mengangkat selimutnya, membiarkan selembar kain itu menutup seluruh tubuhnya.

“T—tapi,”

“Bawa pizzamu keluar dari kamarku juga!”

Moon Bin yang sudah sampai di ujung pintu mendadak tersenyum jahil. Alih-alih membawa dua kotak pizza-nya turut serta, laki-laki itu malah menyeret tungkainya mendekati ranjang singa.

Hmm, baunya enak sekali, lho, Nun,” goda Moon Bin sengaja. Didekatkannya dua kotak pizza itu pada selimut Chae Jin, membuat aroma keju dan daging asap pada pizza-nya menguar menggugah selera.

“Yakin tidak mau, Nun? Aku sudah beli dua kotak, lho, padahal,” lanjut Moon Bin lagi. “Ah, tidak apa-apa, kok, kalau Jin Nuna tidak mau. Aku habiskan sendiri, ya, N—“

“T—tunggu!” Selimut bergambar jerapah itu tersibak lagi untuk kedua kalinya. “Tunggu, tunggu!”

“Ada apa, Nuna?” tanya Moon Bin sok polos.

“Berikan aku sekotak pizza-nya,” pinta Chae Jin yang malah terdengar seperti paksaan.

“Ah, bukankah Jin Nuna sudah tidak suka—“

“Tidak, tidak. Rezeki tidak boleh ditolak,” seloroh Chae Jin seraya menyahut kotak pizza di tangan Moon Bin. “Ah, ingatkan aku untuk diet besok saja. Mengerti?”

Moon Bin hanya tersenyum tipis, menahan kekehannya yang siap lepas kapan saja.

“Kapan kurusnya, Nun, kalau tiap hari aku akan bawa pizza?”

Ya! Dasar boc—Aish!”

.

.

.


Author’s cuap  :
Happy debut Moon Chae Jin! //lalu kabur//
Advertisements

Author:

Legal Absurd Alien

3 thoughts on “[Ficlet] The Power of Boxes Pizza

Leave your review, AROHA~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s